Kategori
Berita

Sekolah Dibuka, Protokol Kesehatan Harus Tetap Ketat!

Kepala bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jarta Taga Radja Gah berkata bahwa tak akan memberikan toleransi bagi pelanggar protokol kesehatan saat proses belajar tatap muka di sekolah.

Walaupun pelanggaran dilakukan oleh siswa kelas 2 seperti yang terjadi di SDN 05 Jagakarsa yang menggunakan masker di bagian dagu saat proses belajar tatap muka berlangsung.

“Perlu dipahami yang disorot (pelanggar prokes) itu merupakan kelas rendah (kelas 2 SD), ini hal yang manusiawi tapi kita tidak toleransi.” Kata Taga saat dihubungi melalui telepon pada Selasa 7 September 2021.

Sekolah yang melanggar protokol kesehatan kemudian diberikan sanksi belajar tatap muka yang dihentikan untuk sementara lalu dilakukan pembinaan.

Pembinaan ini diberikan kepada guru sekolah untuk membimbing peserta didik tetap dalam protokol kesehatan saat proses belajar tatap muka sedang berlangsung.

Taga juga berkata bahwa sanksi penghentian sementara uji coba belajar tatap muka terbatas sudah tertuang ke dalam SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 882 Tahun 2021.

“Sesuai Kepdisdik 882 kita hentikan dulu PTM (pembelajaran tatap muka) itu dan menjadi warning buat semua sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka terbatas ini,” ujar dia.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga disebut sudah melakukan monitoring secara menyeluruh untuk memastikan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan asesmen dan pelatihan sebelum belajar tatap muka terbatas berlangsung.

Mulai dari masuk gerbang sekolah para peseta didik diawasi seperti melakukan kewajiban mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh.

“Ini (Pengawasan) upa ayang kita lakukan.” Ujarnya. Sebagai informasi Disdik DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada SDN 05 Jagakarsa Jakarta Selatan lantaran saat proses belajar mengajar terlihat peserta didik kelas 2 menggunakan masker dipasang di dagu.

Sanski yang diberikan yaitu pemberhentian proses uji coba belajar tatap muka terbatas selama sepekan dan memberikan pembinaan kepada guru serta tenaga pendidik agar siswa tak lagi melanggar protokol saat proses belajar berlangsung.

Belajar secara tatap muka terbatas yang dilakukan di DKI Jakarta dimulai lagi pada Senin 30 Agustus 2021 munggu lalu dan diikuti oleh 610 sekolah yang sudah dilakukan asesmen sebelumnya untuk kesiapan protokol kesehatan.