Kategori
Berita

Pejabat Kesehatan AS Mewaspadai Varian MU Covid – 19

Para pejabat di AS ternyata sangat mewaspadai varian baru dari Covid – 19 yang mungkin bisa melewati antibidu virus corona yang sudah ada saat ini.

Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penykit Menular mengatakan pada Kamis 2 September 2021 bahwa AS menganggap varian baru Covid – 19, dijuluki MU sangat serius namun belum mengambil langkah.

“Kami sangat mewaspadainya. Ini benar-benar diwaspadai di sini, tetapi itu tidak sama sekali mendekati dominan (kasusnya),” kata Fauci, seperti yang dilansir dari CBS News pada Minggu 5 September 2021. “Seperti yang Anda tahu, (varian) Delta lebih dari 99 persen dominan,” ucapnya.

Fauci juga berkata bahwa varian MU ini secara teknis sebenarnya dikenal sebagai B.1.621 dan memiliki reputasi yang menunjukkan “itu akan menghindari antibodi tertentu”, dan berpotensi termasuk yang berasal dari vaksin.

“Tapi tidak banyak data klinis yang menunjukkan hal itu. Sebagian besar data laboratoriun in vitro.” Tambahnya. “…Kami tidak menganggapnya sebagai ancaman langsung sekarang.”

Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga menetapkan MU sebagai varian yang menarik perhatian di minggu ini.

Mereka mengatakan juga bahwa lebih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk menginformasi apakah varian itu bisa menghindari antibodi yang ada.

Virus Covid – 19 diketahui dapat bermutasi dari waktu ke waktu saat menyebar dan tak semua varian bisa bertahan.

Jika varian SARD – CoV – 2, terbukti menyebar lebih cepat, menyebabkan penyakit yang lebih parah atau mengurangi efektivitas pilihan pencegahan atau pengobatan saat ini, ia akan dikategorikan sebagai varian yang menarik perhatian lebih serius.

Saat ini sudah ada empat varian yang menjadi perhatian, yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Delta yang muncul di AS pada musim semi, lebih menular dan sekarang menjadi mayoritas kasus di AS.

Varian MU sudah terdeteksi secara sporadis semenjak pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari menurut pejabat WHO.

Pejabat kesehatan Kolombia Marcela Mercadi mengatakan kepada stasiun radio lokal pada Kamis 2 September 2021 bahwa MU bertanggung jawab atas gelombang ketiga infeksi virus corona di negara itu sejak April hingga bulan Juni.

Ia juga mengatakan bahwa sudah ada hampir 700 kematian per harinya selama waktu ini dan hampir dua per tuga tes Covid – 19 dari orang yang meninggal kembali positif karena varian MU menurut laporan AFP.

Dalam seminggu terakhir pun, Kolombia sudah melihat hanya di bawah 14.000 kasus baru Covid – 19 dan 530 kematian baru menuut Universitas Johns Hopkins.

Kurang dari 30 persen warga negara itu telah divaksinasi lengkap. Ada beberapa wabah yang lebih besar dari varian yang dilaporkan di Amerika Selatan dan Eropa menurut WHO. Wilayah utama untuk varian ini sebenarnya ada di Kolomba dan Ekuador.

“Meskipun prevalensi global varian MU di antara kasus berurutan sudah menurun dan saat ini di bawah 0,1 persen, perevalensi di Kolombia 39 persen dan Ekuador 13 persen secara konsisten meningkat” ungkap WHO.